Senin, 08 Februari 2021

Mengulik perbedaan AN dan UN

Sebenarnya sudah lama saya dengar kabar bahwa pemerintah akan mengadakan Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti UN yang telah dihapuskan. Saat pertama kali dengar kabar itu, saya beranggapan bahwa AN itu akan sama dengan UN, karena saat itu saya berfikir tujuan AN untuk menentukan kelulusan siswa.

Ternyata apa yang selama ini saya fikirkan tentang AN adalah salah besar. Setelah saya mengikuti bimtek Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), akhirnya saya mendapatkan jawaban tentang apa AN itu sebenarnya.

Jadi ternyata AN itu jauh berbeda dengan UN bahkan tidak bisa dikatakan sebagai pengganti UN. Dari segi tujuan, tipe soal, bahkan untuk pesertanya pun berbeda. Saya hanya uraikan 3 pokok saja yang saya rasa sangat kontras perbedaannya.

1. TUJUAN

Kalau UN bertujuan untuk melihat kemampuan akademik setiap siswa yang ditampilkan dalam bentuk nilai per mata pelajaran dan juga sebagai penentu kelulusan siswa per INDIVIDU. Berbeda dengan AN yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran, dan untuk kelulusan siswa dilakukan dengan ujian sekolah. Jadi tetap sekolah yang mengadakan ujiannya.

2. TIPE SOAL 

Tipe soal di UN adalah pilihan berganda, tetapi kalau AN tipe penilaiannya lebih beragam yaitu ada survey karakter, survey lingkungan belajar dan AKM yang terdiri dari pilihan berganda, menjodohkan, isian singkat dan uraian. Oleh karena itu setiap guru dituntut untuk lebih kreatif saat membuat soal latihan, agar siswa bisa terbiasa dengan tipe-tipe soal pada AKM nantinya.

3. PESERTA

Nah poin ketiga inilah yang menurut saya paling menarik. Kalau UN kita semua tahu pasti pesertanya adalah SELURUH siswa tingkat akhir yaitu kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA. Itulah alasannya UN disebut sebagai penentu kelulusan.

Tetapi hal itu berbeda dengan AN. Peserta yang akan mengikuti AN adalah siswa yang berada di tingkat tengah pada setiap jenjang yaitu siswa kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA. Bahkan guru pun akan menjadi perserta AN. Jumlah pesertanya pun tidak banyak karena hanya diambil sebagian saja dengan metode acak. 

Salah satu metode penilaian di AN adalah survey lingkungan belajar. Hal ini dimaksudkan agar keluhan peserta didik tentang kondisi lingkungan sekolahnya bisa tersampaikan langsung ke pemerintah. Sehingga pemerintah dapat melakukan tindakan tepat sasaran guna meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Dan yang menjadi pertanyaan adalah kenapa pemerintah memilih siswa kelas tengah sebagai peserta AN. Alasan pemerintah cukup masuk akal, karena agar siswa-siswa tersebut dapat menikmati hasil perbaikan dari pembelajaran di sekolahnya.  Bisa jadi pemerintah ingin menghilangkan selogan khas para alumni yaitu "setelah aku lulus, sekolah ku jadi lebih bagus" menjadi "sekolahku bagus karena aku".

Jadi, itulah 3 poin pembeda AN dan UN yang saya rangkum dari materi bimtek AKM pada situs Guru Belajar yang diadakan oleh Kemdikbud. Sebenarnya masih ada lagi poin-poin lainnya. Untuk itu turut saya lampirkan tabel perbedaan AN dan UN. Semoga bermanfaat. 












4 komentar:

  1. Mantap...
    Terus menulis akan menghasilkan tulisan berkualitas kedepannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak
      Iya Pak, masih perlu banyak belajar lagi

      Hapus
  2. Bukti sudah lulus Guru Belajar seri AKM.

    BalasHapus

Thax for your coment guys ^^